Sabtu, 13 Agustus 2011

MANAJEMEN KIBADANAN ANTENATAL PADA

I.         PENGKAJIAN
A.    IDENTITAS
Nama Klien             : Ny. A                          Nama Suami          : Tn. W
Usia                         : 18 th                           Usia                        : 20
Suku / Bangsa         : Sunda/Indonesia         Suku / Bangsa        : Sunda/Indonesia
Agama                     : Islam                           Agama                   : Islam
Pendidikan              : SMP                            Pendidikan             : SD
Pekerjaan                 : IRT                             Pekerjaan               : Tani
                                                                      Penghasilan/Bln     : 100.000/Bln
Alamat Rumah        : Kp. Balongkongsi       Alamat Rumah       : Kp. Balongkongsi
                                  Rt/Rw 02/02                                                Rt/Rw 02/02
                                  Ds. Kamurang                                             Ds. Kamurang
                                  Kec. Tirtamulya                                           Kec. Tirtamulya
                                  Kab. Karawang                                           Kab. Karawang
B.     ANAMNESA
Pada tanggal :
1.      Keluhan utama : Ibu mengeluh sering kencing
2.      Riwayat kehamilan ini
a.       Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertamanya ( G1 P0 A0 )
b.      Ibu mengatakan hari pertama haid terakhirnya tanggal 16 Desember 2010 dan taksiran persalinannya tanggal 23 September 2011.
c.       Ibu mengatakan lamanya haid 5 hari dan ibu biasanya 2 kali ganti pembalurt dalam satu hari selama haid.
d.      Ibu mengatakan darah haidnya merah encer dan sedikit ada gumpalan.
e.       Dismenorhoe ada
f.       Ibu mengatakan sebelumnya pernah melakukan tes kehamilan pda bulan Januari dan hasilnya positif (+).
g.      Ibu mengatakan pergerakan janinnya dirasakan sejak umur kehamilan 16 minggu.
h.      Pola makan :
Ibu mengatakan sebelum hamil makannya 2 kali sehari dan selama hamil sekarang tidak ada perubahan kecuali pada saat trimester pertama.
i.        Pola Eliminasi :
Ibu mengatakan BAK dalam sehari lebih dari 5 kali, warnanya kuning dan bau amoniak, sedangkan  BAB satu kali dalam sehari konsistensi lunak dan warnanya kuning kecoklatan.
j.        Pola Istirahat :
Ibu mengatakan tidur siang selama 1 jam dan pada malam tidurnya kurang lebih 8 jam.
k.      Personal Hygine :
Ibu mengatakan mandi dengan menggunakan sabun 2 kali sehari, sikat gigi 2 kali sehari, keramas 3 kali seminggu, dan ganti pakaian setiap kali sesudah mandi.
l.        Ibu mengatakan frekuensi hubungan seksualnya 2 kali dalam satu minggu.
m.    Ibu mengatakan mendapat imunisasi TT lengkap
TT1 : 23 Januari 2011
TT2 : 21 Maret 2011
n.      Ibu mengatakan sebelumnya menggunakan KB suntik 1 bulan.
3.      Riwayat Kehamilan,Persalinan,Nifas yang lalu : hamil ini
4.      Riwayat kesehatan yang lalu atau sekarang
a.       Ibu tidak pernah dirawat dirumah sakit tertentu karena penyakit serius.
b.      Ibu tidak pernah menderita penyakit menular.
c.       Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter..
d.      Ibu tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan dan merokok.
5.      Riwayat kesehatan keluarga
a.       Ibu mengatakan dalam keluarganya ada yang menderita penyakit Hipertensi yaitu mertuanya.
b.      Ibu mengatakan dalam keluarganya tidak ada keturunan kembar.
6.      Riwayat social
a.       Ibu mengatakan kehamilan ini yang direncanakan atau diinginkan.
b.      Ibu menerima jenis kelamin apapun yang diberikan sesuai kehendak Tuhan YME
c.       Ibu menginginkan persalinannya dilakukan dirumahnya dan ditolong oleh bidan.
d.      Ibu mengatakan dalam keluarganya yang berperan mengambil keputusan bila terjadi hal yang tidak diinginkan adalah suami dan orang tua.
e.       Ibu mengatakan yang akan membiayai persalinan adalah suaminya.

C.       PEMERIKSAAAN
a.       Keadaan umum ibu baik                          Kesadaran ibu compos mentis
Keadaan emosional ibu stabil.
b.      Tanda Tanda Vital :
Tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 84/menit, Suhu 36,5°C, Pernafasan 20/menit
c.       TB 159 cm, BB Sekarang 53 kg, Kenaikan BB 9 kg, BB Sebelum hamil 44 kg.
d.      Pemeriksaan Fisik
1.           Muka                               :                Kelopak mata         : Tidak ada oedema
                                        Konjungtiva      : Tidak pucat
                                        Sklera                : Tidak ikterus
2.           Mulut                            :  Bibir                  : Tidak stomatitis
                                        Lidah                 : Tidak pucat
                                         Gigi                   : Tidak ada karies
3.           Kelenjar thyroid            :  Pembesaran       : Tidak ada
4.           Kelenjar getah bening   :  Pembesaran       : Tidak ada
5.           Dada dan Aksila
·      Payudara                 
Simetris kiri-kanan, puting susu menonjol, tampak hiperpigmentasi pada areola mamae, tidak ada benjolan dan nyeri tekan pada payudara.
·      Aksila                       :  Bersih tidak terdapat benjolan
6.           Punggung dan Pinggang
                          Posisi tulang belakang normal, tidak ada nyeri ketuk.

7.           Abdomen
Tampak linea nigra, tidak ada luka bekas operasi, pembesaran abdomen sesuai dengan umur kehamilan, konsistensi lembek.
8.           Tinggi Fundus uteri (MD)                         : 30 cm
9.           Palpasi
Leopold I        :  TFU    :  4 jari di atas pusat
Teraba bagian besar janin, kurang bulat, tidak melenting (bokong).
       Leopold II      :  Kanan :    Teraba bagian janin berupa benjolan-benjolan kecil (ekstremitas).
                                 Kiri      :    Teraba bagian besar janin yang lebar, panjang dan keras (punggung).
       Leopold III     :  Teraba bagian janin bulat, keras, melenting (kepala) dan belum masuk PAP.
       Leopold IV     :  Tidak dilakukan
       TBJ                 :  (30-13) x 155 = 2635 gr.
10.       Auskultasi
Punctum maximum terdengar di sebelah kiri bawah pusat, dengan frekuensi DJJ 140 x/mnt, teratur.
11.       Ekstremitas Bawah (Tungkai)
Oedema tidak ada, kekakuan sendi tidak ada, kemerahan tidak ada, varises tidak ada, dan reflex patella ka (+),  ki (+).

D.       PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah : Hb                  : 11 gr%   Golongan darah                      : B

II.      INTERPRETASI DATA, DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN
A.    Diagnosa
Ibu        :    G1P0A0 Hamil 32 minggu
Janin          Hidup, tunggal,  intra uteri, presentasi kepala.
B.     Masalah
Sering BAK
C.     Kebutuhan
·      Penkes tentang perubahan fisiologis pada ibu hamil

III.   DIAGNOSA POTENSIAL DAN MASALAH POTENSIAL
       Tidak ada

IV.   ANTISIPASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA
       Tidak ada indikasi dilakukannya tindakan segera / kolaborasi.

V.      PERENCANAAN
·           Sampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu dan jelaskan hal-hal yang dianggap penting, agar ibu dapat mengetahui perkembangan kehamilannya.
·           Pemberian penkes tentang perubahan fisiologis pada keahamilan.
·           Pemberian penkes tentang tanda-tanda bahaya pada kehamilan.
·           Diskusikan kepada ibu mengenai :
-       Persiapan persalinan

VI.   TINDAKAN
·           Menginformasikan kepada ibu bahwa kondisi kehamilannya berlangsung normal dimana pertumbuhan dan perkembangan janin sesuai dengan umur kehamilan, DJJ normal antara 120-160 x/mnt yang menandakan janin dalam keadaan baik, kehamilan ibu memasuki usia 32 minggu, dan tinggi fundus uteri sesuai dengan usia kehamilan.
·           Menginformasikan kepada ibu mengenai perubahan fisiologis pada ibu hamil bahwa sering kencing yang ibu alami pada trimester ketiga ini adalah hal yang normal karena kandung kemih tertekan oleh janin yang sudah masuk pintu atas panggul. Keadaan seperti ini akan segera berakhir bila ibu sudah melahirkan.
·           Menginformasikan kepada ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada kehamilan yaitu  Perdarahan vagina, Sakit kepala yang hebat menetap dan tidak hilang, Bengkak pada muka dan tangan, Nyeri abdomen yang hebat, Keluar cairan pervaginam, Mual dan muntah berlebihan, Bayi kurang bergerak seperti biasa. Apabila ibu menemukan tanda-tanda seperti itu ibu dianjurkan untuk segera menemui tenaga kesehatan.
·           Mendiskusikan kepada ibu mengenai persiapan persalinan dan kelahiran, seperti :
-       Dimana ibu akan melahirkan dan siapa penolongnya.
-       Siapa yang akan menjadi donor darah
-       Siapa yang berperan dalam pengambilan keputusan bila terjadi komplikasi.
-       BAKSOKU    :    Bidan, Alat, Kendaraan, Surat, Obat, Keluarga, Uang.

VII.EVALUASI
·           Ibu sudah mengetahui dan memahami perubahan fisiologis pada ibu hamil sehingga ibu tidak cemas lagi akan perubahan yang terjadi pada dirinya.
·           Ibu sudah mengetahui dan memahami tanda bahaya yang dapat terjadi pada kehamilan.
·           Ibu telah menyiapkan persiapan kelahirannya.

Rabu, 22 Juni 2011

Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil

Siapa yang tidak ingin mempunyai bayi sehat dan cerdas? Semua ibu tentu menginginkan bayinya lahir dalam kondisi sehat dan cerdas. Bagi calon ibu, masa-masa kehamilan merupakan saat yang tepat digunakan untuk menciptakan bayi sehat.

Syarat utama yang harus diperhatikan adalah nutrisi untuk bayi Anda selama dalam kandungan. Terpenuhinya kebutuhan nutrisi ibu hamil sangat menentukan kondisi bayi yang akan dilahirkan. Saking pentingnya, calon ibu berlomba-lomba memperhatikan nutrisi selama kehamilan, terutama masa-masa awal kehamilan.

Fakta menunjukkan, berdasarkan berbagai penelitian para ilmuwan, jika para ibu hamil mengonsumsi makanan yang kaya gizi, dapat mencegah bayi mengidap penyakit jantung, diabetes, kegemukan, dan beberapa tipe penyakit kanker.

Nutrisi Ibu Hamil

Nutrisi tidak hanya dibutuhkan oleh bayi. Ibu hamil pun membutuhkan nutrisi agar kehamilannya terjaga. Nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil berupa folat (vitamin B9), kalsium, zat besi, piridoksin (vitamin B6), vitamin D, dan sianokobalamin (vitamin B12).

Sementara itu, nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam kandungan adalah DHA yang banyak terkandung pada hasil laut, gangliosida (GA), folat, zat besi, FE, FEA, dan kolin.

Folat

Folat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mengurangi risiko bayi lahir cacat pada otak, tulang belakang, dan bibir sumbing. Disamping mengurangi bayi lahir cacat, folat dibutuhkan untuk membentuk tabung otak dan sum-sum tulang belakang.

Selain itu, folat diperlukan untuk perkembangan otak janin. Bagi ibu, folat dapat mengurangi risiko anemia dan menurunkan kadar homosistein dalam darah. Asam folat dapat diperoleh dari susu.

Nutrisi juga bisa didapat dari makanan yang Anda makan. Yoghurt, ayam, daging sapi, telur, dan produk makanan dari susu sapi, mengandung protein tinggi, kalsium, dan zat besi. Semua kandungan nutrisi dalam bahan makanan ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Jangan sepelekan jus jeruk. Jus jeruk ternyata kaya akan folat. Dengan tambahan vitamin C, dapat membantu Anda menyerap unsur zat besi dari makanan, seperti bayam dan kacang hitam yang banyak mengandung serat. Perlu diperhatikan bagi ibu hamil, selama mengandung, porsi makan Anda bukan berarti untuk berdua.

Yang harus diperhatikan adalah nutrisinya. Jika sampai kelebihan berat badan, biasanya menyebabkan proses melahirkan yang lebih lama, adanya tekanan darah tinggi, serta diabetes gestational. Sebaiknya, bila makan, cukup sampai Anda tidak merasa lapar. Jangan sampai Anda merasa penuh atau kekenyangan.

Fakta menunjukkan bahwa ibu hamil hanya membutuhkan tambahan berkisar 200-300 ekstra kalori setiap harinya. Itu pun dibutuhkan pada kehamilan trimester kedua dan ketiga.

Tips Memberi Nutrisi Bayi dalam Kandungan

Hindari alkohol karena akan menyebabkan anak kesulitan belajar, perilaku hiperaktif, dan agresif.

Penuhi kebutuhan zat besi karena pada masa kehamailan kebutuhan zat besi akan meningkat dua kali lipat hingga sekitar 30 mg per hari. Zat besi dapat membantu distribusi oksigen melalui sirkulasi darah ibu yang meningkat 50 persen dengan asupan zat besi yang cukup.

Jangan mengonsumsi junkfood dan kurangi asupan kafein karena mengonsumsi 200 mg kafein setiap hari dapat meningkatkan risiko keguguran.

Sebisa mungkin, Anda konsumsi makanan organik karena bebas pestisida, sudah pasti aman dikonsumsi.

Jangan sepelekan minum air yang cukup dan makanan yang mengandung serat, khususnya dalam buah dan sayuran. Minumlah sedikitnya 8 gelas setiap hari. Konsumsi sedikitnya dalam sehari 25-35 gram serat.

Jika mengonsumsi hasil laut, jangan memakan ikan yang mengandung merkuri tinggi, seperti ikan hiu, king mackerel, dan swordfish. Pilihlah yang aman dari merkuri, seperti ikan tuna sebanyak 12 ons setiap minggu

Jumat, 04 Februari 2011

Personal Hygiene

Personal hygiene is the first step to good grooming and good health. Elementary cleanliness is common knowledge. Neglect causes problems that you may not even be aware of. Many people with bad breath are blissfully unaware of it. Some problems may not be your fault at all, but improving standards of hygiene will control these conditions. Dandruff is a case in point. More often than you know, good looks are the result of careful and continuous grooming.
Every external part of the body demands a basic amount of attention on a regular basis. Here are some grooming routines and some complaints associated with neglect.